Description
Thursday, 1 November 2012
[App] Line for Blackberry
Description
[App] Line for Android
Description
Stay in touch with your friends and family using LINE!There are no limits! Call and message as much as you want!LINE is a new communication app which allows you to make FREE voice calls and send FREE messages whenever and wherever you are, 24 hours a day!
LINE has more than 71 million users worldwide and is used in over 230 countries!
LINE has been ranked no. 1 in the free app category in 26 countries including Japan, Taiwan, Russia, Hong Kong, Thailand, Singapore, Malaysia, Macau, Switzerland, Saudi Arabia, United Arab Emirates and more!

More about LINE’s Features:
★Free Voice Calls!
All LINE smartphone users can enjoy free high quality voice calls, whenever and wherever you are.
Talk for as much as you want and best of all, it’s free!
★Messages Delivered to you Quick!
Instead of taking time to email/sms your friends, use LINE’s message function to send messages easily with colorful icons, photos and even location information.
・Express yourself using stickers and emoji.
・Send photos and voice messages with ease
・Available for PCs and smart-tablets
★Make it YOUR Social Network
・Have fun with LINE’s ‘Home’ feature: Share your moments with all your friends using photos, videos, and location info.
・Use ‘Timeline’ to see what your friends have been up to and what they have posted! Leave comments, messages and enjoy your communication.
Other LINE Features:★New Sticker Shop! Find all your favorite characters here!
Hilarious and fun stickers featuring famous characters from all over the world can be found here!
★Get the latest info with LINE Official Accounts
Add these accounts as friends and receive messages from popular celebs and singers, as well as money saving coupons from various businesses.
*As
with any other apps, data transfer fees may be incurred. We therefore
recommend using the services on an unlimited mobile price plan.Technical Info for Seamless Usage:
★Android Devices: We recommend installing Android OS 2.1 or higher
Thanks for reading and we hope you enjoy LINE!
Download :
https://play.google.com/store/apps/details?id=jp.naver.line.android&hl=en
Wednesday, 31 October 2012
Tulang Rusuk yang Hilang
Cerita ini saya posting untuk seorang teman yang sedang duduk termenung disana menyesali diri. Kehidupan cinta yang penuh dengan pertengkaran membuat teman saya ini merasa salah memilih calon pendamping hidupnya yaiu sang pacar yang sudah 4 tahun menemani hari-harinya. cerita ini untuk kita semua yang sering kali membuat sedih hati orang yang kita sayang. semoga kisah ini membuat perubahan akan perasaan pada sang kekasih….terima kasih untuk penulis cerita ini.
Sebuah senja yang sempurna, sepotong donat, dan lagu cinta yang lembut. Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih? Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.
Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
Raka : Kamu dong?
Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?
Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku! Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian. Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa.
Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati.”Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat.
Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kain mendera. Hidup mereka menjadi membosankan. Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain. Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas.
Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah. Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak,
“Kamu nggak cinta lagi sama aku!”
Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak,
“Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!”
Tiba-tiba Dara menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat. Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar.
Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan. Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata, Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah.
“Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing.”
Lima tahun berlalu…..
Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara. Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula. Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali, Dara tak menunggunya.
Dan di tengah malam yang sunyi, saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya. Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara.
Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu. Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.
Raka : Apa kabar?
Dara : Baik… ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?
Raka : Belum.
Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.
Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan adayang berubah.
Dara tersenyum manis, lalu berlalu. “Good bye….”
Seminggu kemudian, Raka mendengar bahwa Dara mengalami kecelakaan, mati. Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya.
Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.
Tanpa kita sadari kadang Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal.
Copas from Nita Rachmawati
10 Kutipan cinta dari tokoh ternama
"Cinta tak lain dari sumber kekuatan tanpa bendungan bisa mengubah, menghancurkan atau meniadakan" Pramoedya Ananta Toer
"Cinta itu menyembuhkan, itulah sebuah kebenaran" Bernie Siegel
"Meskipun saya tidak memahami arti cinta, saya tidak keberatan jika harus mati untuk mendapatkannya" Maroon 5
"Seandainya kamu dapat berbicara dalam semua bahasa manusia dan alam, tetapi tidak mempunyai perasaan cinta dan kasih, dirimu tak ubah seperti gong yang bergaung atau sekadar canang yang gemerincing" Hamka
"Karena cinta duri menjadi mawar. Karena cinta cuka menjelma anggur segar?"Jalaluddin Rumi
"Jika cinta kita hanyalah keinginan untuk memiliki, hal itu tak bisa dinamakan cinta" Thich Nhat Hanh
"Cinta yang besar selalu membawa keajaiban" Willa Cather
"Ingatlah bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya. Tapi ketika cinta itu mati, kamu tidak perlu mati bersamanya" Kahlil Gibran
"Jika kita sungguh-sungguh menginginkan cinta, maka cintalah pada akhirnya yang justru menunggu kita" Oscar Wilde
"Seorang pria sudah setengah jatuh cinta kepada wanita yang mau mendengarkan omongannya dengan penuh perhatian" Brendan Behan
Copas from Nita Rachmawati
Monday, 29 October 2012
Telor & Tempe gosong
Suatu malam, ibu yang bangun sejak pagi, bekerja keras sepanjang hari, membereskan rumah tanpa pembantu, jam tujuh malam ibu selesai menghidangkan makan malam untuk ayah yang segitu sederhana berupa telur mata sapi, tempe goreng, sambal teri dan nasi.
Sayangnya karena mengurusi adik yang merengek, tempe dan telor gorengnya sedikit gosong! Saya melihat ibu sedikit panik, tapi tidak bίsα berbuat banyak, minyak gorengnya sudah habis. Kami menunggu dengan tegang apa reaksi ayah yang pulang kerja, pasti sudah capek melihat makan malamnya hanya tempe dan telur gosong.
Luar biasa! Ayah dengan tenang menikmati dan memakan semua yg disiapkan ibu dengan tersenyum, dan bahkan berkata, “Bu terima kasih ya!” Lalu ayah terus menanyakan kegiatan saya & adik di sekolah.
Selesai makan, masih di meja makan, saya mendengar ibu meminta maaf karena telor & tempe yang gosong itu & satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan:
“Sayang, aku suka telor & tempe yang gosong.”
Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ciuman selamat tidur kepada ayah, saya bertanya "apakah ayah benar-benar menyukai telur & tempe gosong?"
Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya yang kekar & berkata,
“Anakku, ibu sudah bekerja keras sepanjang hari & dia benar-benar sudah capek, Jadi sepotong telor & tempe yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun kok!”
Ini pelajaran yg saya praktekkan di tahun-tahun berikutnya;
“BELAJAR MENERIMA KESALAHAN ORANG LAIN, adalah satu kunci yang sangat penting untuk menciptakan sebuah hubungan yang sehat, bertumbuh & abadi. Ingtlah emosi tidak akan pernah menyelesaikan masalah yang ada & selalulah berpikir dewasa mengapa sesuatu hal itu bisa terjadi pasti punya alasannya sendiri…
Janganlah kita menjdi orang yang egois hanya mau dimengerti, tapi tidak mau mengerti.
Tua itu pasti, tapi Dewasa itu PILIHAN, & Manusia yang dewasa adalah manusia PILIHAN
*copas from Nita Rachmawati
Bakti Sosial II Rudets Family
- Konsumsi : Indah Elmahera
- Transportasi : Donny Willyam + Rafael Aditya Mahendra








